SEMINAR NASIONAL KEMBALI KE KHITTOH PENDIDIKAN & PPG

DIKPORA – Alhamdulillah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Pemeirntah Daerah Lombok Utara melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara dengan tema Pendidikan Profesi Guru dalam Mensukseskan untuk mendukung Gerakan Kembali ke Khittoh Pendidikan sukses diselenggarakan kemarin (15 April 2019). Kegiatan dipusatkan di wilayah Kayangan berlangsung dengan diikuti oleh 1200 orang lebih peserta. Hadir dalam seminar yang digelar salah satu upaya membumikan dan menyambut lahirnya Politeknik Negeri Lombok Utara tersebut adalah Menteri RISTEKDIKTI beserta rombongan, Gubernur NTB beserta rombongan, Bupati Lombok Utara dan perwakilan institusi di Kabupaten Lombok Utara. Hadir pula beberapa narasumber lain yang akan akan berbagi ilmu dengan peserta seminar, terutama yang terkait dengan gerakan Kembali ke Khittoh Pendidikan yang dari awal telah digaungkan oleh Pemerintah Daerah Lombok Utara. Sementara Menteri RISTEKDIKTI  lebih fokus berbicara tentang penyelenggaraan PPG (Pendidikan Profesi Guru). Dalam kesempatan tersebut Menteri juga menyatakan akan segera mengeluarkan izin untuk Politeknik Negeri Lombok Utara (informasi lengkap tersedia di laman ini).

 

PPG merupakan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Pasal 8). Kompetensi guru, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi (Pasal 10). Berdasarkan pasal ini, jelas bahwa untuk menjadi guru, setiap orang harus memiliki sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik ini bisa diperoleh melalui PPG, baik PPG Dalam Jabatan (inservice training) atau PPG Prajabatan (preservice training). Dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Program PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan bagi lulusan S-1 Kependidikan dan S-1/D-IV Nonkependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar mereka dapat menjadi guru profesional setelah mereka memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai dengan standar nasional pendidikan dan memperoleh sertifikat pendidik. Regulasi ini kemudian diperkuat oleh Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2017 Pasal 1 butir 5 yang menyebutkan bahwa Program PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan untuk mendapatkan sertifikat pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan/atau pendidikan menengah.

 

Uraian di atas mengisyaratkan bahwa lulusan S1 dan D4 bidang apa pun dapat menjadi guru asal lulus program PPG. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi LPTK yang notabene adalah perguruan tinggi yang menyiapkan guru, termasuk kekhawatiran akan persaingan antara lulusan LPTK dan non-LPTK. Selain itu juga kekhawatiran tentang bekal kemampuan pedagogik yang minim dari lulusan non-LPTK. Namun, semua polemik tentang hal tersebut telah lama berlalu. Faktanya LPTK belum mampu memenuhi semua kebutuhan guru di lapangan. Belum ada LPTK yang menghasilkan guru bidang agribisnis, misalnya, atau bidang pariwisata dan sebagainya. Ditambah lagi dengan berbagai hasil penelitian dan kajian yang menemukan bahwa kemampuan guru lulusan program studi non-LPTK tidak lebih buruk dibanding dengan guru lulusan LPTK.

 

Sebagaimana dipahami, untuk dapat mengikuti PPG dalam jabatan termasuk di tahun 2019 ini, terlebih dahulu harus lulus seleksi akademik (pretest) meliputi (1) Tes Potensi Akademik; (2) Tes Kemampuan Bidang Studi; (3) Tes Pedagogik dan (4) Tes Minat dan Bakat. Setelah dinyatakan lulus, baru calon peserta melakukan seleksi administrasi dengan mengumpulkan berkas-berkas fisik yang diminta untuk diverifikasi oleh Dinas. Jika status sudah “Verifikasi Dinas Disetujui”, dilanjutkan dengan verifikasi oleh LPMP. Seluruh guru calon peserta PPG Dalam Jabatan yang telah lolos seleksi akademik dan administrasi wajib melakukan registrasi akhir sebelum mengikuti PPG Dalam Jabatan. Tujuan registrasi ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh peserta PPG Dalam Jabatan memahami ketentuan yang berlaku selama mengikuti PPG Dalam Jabatan beserta sangsinya dan menyatakan kesanggupannya untuk mengikuti PPG Dalam Jabatan. Guru yang telah lolos seleksi akademik dan administrasi tetapi belum ditetapkan sebagai Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Tahun atau guru yang menyatakan “tidak bersedia” dalam proses registrasi PPG Dalam Jabatan, akan diprioritaskan untuk mengikuti PPG Dalam Jabatan pada tahun 2019. Guru yang tidak melakukan registrasi sampai batas waktu yang ditentukan berakhir, maka akan mengikuti antrian penetapan peserta PPG Dalam Jabatan pada tahun 2019 bergabung dengan guru yang dinyatakan lolos seleksi akademik pada bulan Mei 2018.

 

Semoga dapat menjadi panduan pada pelaksanaan PPG.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *