Seleksi PASKIBRAKA Lombok Utara

DIKPORA – Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia masih beberapa bulan lagi. Persiapan pun dilakukan, salah satunya penyeleksian PASKIBRAKA Kabupaten Lombok Utara. Dari 70 peserta se Lombok Utara dari semua kecamatan akan diambil 26 orang siswa. Dikpora Kabupaten Lombok Utara ditunjuk sebagai leading sector yang menangani kegiatan tersebut. Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (Bapak Dr. Fauzan, M.Pd.) memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta seleksi dan yang terpilih untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara. Selain itu menjadi Pasukan PASKIBRAKA adalah hal membanggakan dan tidak semua siswa memiliki kesempatan menjadi bagian di dalamnya. Jadi patut berbangga ketika dapat menjadi bagian dari PASKIBRAKA.

 

Tugas utama Pasukan Paskibraka adalah mengibarkan bendera (duplikat bendera pusaka untuk Paskibraka di tingkat Nasional) dalam upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di 3 tempat, yakni tingkat Kabupaten/Kota (Kantor Bupati/Wali Kota), Provinsi (Kantor Gubernur) dan Nasional (Istana Merdeka). Untuk Kabupaten Lombok Utara seleksi anggotanya berasal dari pelajar SMA Sederajat kelas X atau XI yang dipersiapkan sejak dini untuk pengibaran bendera tanggal 17 Agustus 2019 nanti. Lebih lanjut, Kadis menjelaskan kalau selama waktu seleksi sampai tanggal 16 Agustus 2019 nanti, seorang anggota calon Paskibraka dinamakan CAPASKA atau Calon Paskibraka. Pada waktu penugasan 17 Agustus 2019, anggota dinamakan PASKIBRAKA dan setelah 17 Agustus 2019, dinamakan PURNA PASKIBRAKA. Jadi, sesungguhnya nama PASKIBRAKA hanya digunakan satu hari, tetapi karena tugas dan tangungjawabnya berat maka seleksi dan latihannya dilakukan berbulan-bulan.

 

Dikutip dari laman Wikipedia Indonesia, jika dilihat dari sudut pandang historis, gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibukota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya yaitu Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa. Karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebetulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

 

Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Soeharto, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, dia kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu Pasukan 17/pengiring (pemandu), Pasukan 8/pembawa bendera (inti) dan Pasukan 45/pengawal. Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota Pasukan Khusus ABRI (Seperti RPKAD, PGT, KKO dan Brimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

 

Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh eks-anggota pasukan tahun 1967. Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri. Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan Paskibraka. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.

 

Kepada seluruh anggota PASKIBRAKA Lombok Utara diharapkan agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang dibebankan. Generasi Lombok Utara adalah Geberasi millenial yang kuat, cerdas dan bertaqwa ….

 

 

55618_medium_post-61667-c4bfb55b-8bdb-4ad0-8bf9-cef85c6e3fe1-2019-03-26t10-45-37.388-08-00
WhatsApp Image 2019-03-28 at 09.19.03
55621_medium_post-61667-4b1a957e-9dc8-4682-b32e-9ef72f06063f-2019-03-26t10-45-38.586-08-00
55620_medium_post-61667-30d45948-0b0b-4d69-8428-290fffc128aa-2019-03-26t10-45-38.185-08-00
1
2
3
55619_medium_post-61667-12d684c4-ff06-4ebc-adb6-c34f2d177c4c-2019-03-26t10-45-37.806-08-00
5
4
WhatsApp Image 2019-03-28 at 09.25.29 (1)
WhatsApp Image 2019-03-28 at 09.25.29 (2)
WhatsApp Image 2019-03-28 at 09.25.29
previous arrow
next arrow

#FF#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *