POLITEKNIK NEGERI LOMBOK UTARA: BERKAS SYARAT DISERAHKAN KE PUSAT

DIKPORA – Persiapan pembangunan Politeknik Negeri Lombok Utara semakin matang. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Lombok Utara sudah menyerahkan berkas persyaratannya ke pemerintah pusat. Termasuk di dalamnya berkas hibah lahan untuk pembangunan kampus tersebut. “Sudah kita serahkan ke pusat. Belum lama ini kami juga ke Bali untuk mencari dosen yang akan mengajar di Politeknik tersebut” ujar Kepala Dikpora Lombok Utara, Dr. Fauzan, M.Pd. Diakui bahwa pihaknya sempat kesulitan mendapatkan tenaga pengajar atau dosen, mengingat masing-masing jurusan harus memiliki minimal lima orang dosen yang sudah S2 linier. Hingga beberapa waktu lalu jumlah dosen untuk beberapa jurusan di Politeknik tersebut masih kurang, namun masalah ini sudah teratasi. Pihak Dikpora sudah mendapatkan dosen untuk jurusan tersebut di Politeknik yang berada di Bali. “Alhamdulillah, dosen sudah tidak ada masalah. Kami akan berangkat dan bertemu langsung dengan Dirjen untuk menyerahkan berkas yang kurang” beber Kepala Dinas.

 

Melengkapi informasi pendirian Politeknik Negeri ini, Dr. Fauzan, M.Pd. juga menyampaikan bahwa banyak hal yang terkait dengan persyaratan pendirian Politeknik sudah rampung. Seperti penyusunan berita acara aset. Kemudian disusul juga daftar dosen yang masih kurang. Karena ini merupakan rencana vokasi Unram (Universitas Mataram) dan Pemerintah Kabupaten, maka pihaknya juga meminta berkas yang akan diserahkan Unram. Pihaknya meminta aset apa saja yang akan diserahkan untuk pembangunan Politeknik tersebut. “Itu yang membuat sempat terlambat. Tapi semuanya sudah selesai. Sudah tidak ada masalah, politeknik bakal segera dibangun. Kami minta do’anya juga supaya lancar, agar Politeknik ini segera ada di Lombok Utara” Pintanya. Keberadaan Politeknik Negeri ini sangat penting untuk meningkatkan IPM Lombok Utara. Meski banyak warga KLU yang kuliah di luar daerah, namun tidak masuk dalam hitungan penilaian IPM.

 

Untuk Dosen, Dr. Fauzan mengungkapkan bahwa banyak warga KLU yang mengajar di sejumlah perguruan tinggi, bahkan sampai di luar pulau. Beberapa diantaranya tertarik untuk mengajar di KLU. Ia menambahkan, selama belum dibangun oleh Dirjen Dikti, pihaknya yang akan menalanginya operasional Politeknik tersebut terlebih dahulu dari APBD. Khususnya untuk gaji dosen yang akan menetap di KLU. Tak hanya itu, pihak DIKPORA juga akan melakukan analisis mengenai potensi siswa Politeknik tersebut dari SMA/SMK yang ada di KLU. “Sumber primer untuk siswa berasal dari wilayah Kabupaten Lombok Utara ini dan sekundernya se-Pulau Lombok,” pungkasnya. Diharapkan agar Politeknik ini nantinya menjadi tempat pendidikan baik bagi anak-anak KLU maupun NTB pada umumnya. Semoga …. 

 

#FF#

Sumber: Lombok Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *