Penyuluhan Bahaya Narkoba Untuk Generasi Lombok Utara

DIKPORA – Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah merupakan sebuah fenomena global yang sangat menakutkan dan sangat membahayakan bagi bangsa dan Negara. Dampak buruk penggunaan narkoba ini juga sudah menyentuh hampir ke seluruh masyarakat di semua golongan, bahkan perkembangan narkoba sudah merambah ke segala tempat bahkan telah sampai di sekolah baik SD, SLTP, SLTA dan juga di perguruan tingi dalam berbagai bentuk dan keemasan. Kalau kondisi ini berlanjut akan mengakibatkan menurunnya kualitas generasi muda yang berarti akan mengurangi asset bangsa. Kalimat bernada khawatir ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (Dr. Fauzan, M.Pd) pada kesempatan membuka dengan resmi kegiatan Penyuluhan Pencegahan Narkoba di Kalangan Generasi Muda dan Pelajar Kabupaten Lombok Utara di Lesehan Sasak Narmada, Rabu 27 Maret 2019.

 

Penyuluhan pencegahan penggunaan narkoba yang dilakukan dengan sasaran generasi muda di Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu upaya secara sadar dan berencana untuk mengantisipasi dan sekaligus memperbaiki prilaku generasi. Kegiatan dilakukan sesuai dengan prinsip pendidikan yakni pada tingkat sebelum seseorang menggunakan narkoba, agar mampu menghindar dari penyalahgunaan. Upaya ini diharapkan efektif karena ditujukan pada mereka yang belum pernah menggunakan atau sudah menggunakan pada tingkat coba-coba. Sebaliknya perlu kewaspadaan dalam memberikan informasi dan penyuluhan tentang narkoba kepada anak dan remaja karena dapat membangkitkan keingintahuan dan mencoba.

 

Narkoba (narkotika dan obat-obatan berbahaya) biasanya juga disebut Napza (Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif). Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang. Sementara menurut UU Narkotika Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan. Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaan narkoba selain dapat terkena sanksi hukum, pengguna juga dapat mengalami dehidrasi, halusinasi yang berlebihan, menurunnya tingkat kesabaran, kematian dan gangguan kualitas hidup.

 

Upaya yang paling baik dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba tentunya adalah melalui upaya pencegahan yang dilakukan kepada calon pengguna, pengadaan narkoba serta pemasarannya. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain melalui primary, secondary  dan tertiary prevention. Selain itu wahana yang paling berpotensi dimanfaatkan guna menghindari penyalahgunaan narkoba adalah lingkungan keluarga. Beberapa hal sederhana tetapi sangat bermanfaat untuk dilakukan secara informal adalah (1) orang tua harus memiliki pengetahuan secara jelas tentang narkoba, agar dapat memberikan pengetahuan dan pembekalan pada anak tentang ganasnya narkoba dan bagaimana cara menghindarinya; (2) hindari kepercayaan diri yang berlebihan bahwa anaknya adalah anak yang sempurna dan tidak punya masalah, ini perlu dilakukan agar secepatnya dapat mendeteksi dini bila ada perobahan yang tidak lazim pada anaknya; (3) keluarga jangan segan mengawasi dan mencari penyebab terjadinya perubahan tingkah dan perilaku pada anaknya.

 

Keluarga juga diharapkan lebih awas terhadap pergaulan anak di luar lingkungan keluarga. Setidaknya orang tua dapat (4) mengecek secara berkala kondisi kamar (bila anak memiliki kamar pribadi), pakaian yang habis dipakai (isi kantong, aroma pakaian, dls) tas sekolah dan atribut lainnya. Untuk upaya ini diperlukan strategi yang baik agar tidak menimbulkan konflik dengan anak; (5) menjadi model dan contoh yang baik bagi anaknya serta sekaligus juga dapat berperan sebagai sahabatnya. Hal ini penting diupayakan agar anak tidak segan mencurahkan segala isi hati, pendapat dan permasalahan yang dihadapinya dan (6) menerapkan dan membudayakan fungsi keluarga di dalam kehidupan sehari-hari keluarga. Agar muncul rasa nyaman pada anak ketika berada di lingkungan keluarganya.

Semoga generasi kita terhindar dari hal-hal yang destruktif…..

 

 

#FF#

 

2 Replies to “Penyuluhan Bahaya Narkoba Untuk Generasi Lombok Utara”

  1. Benteng utama menghindari penyalahgunaan NARKOBA adalah keluarga. Protected our family first.
    1. Tanamkan nilai-nilai agama yg kokoh kpd anak2 kita;
    2. Berikan pemahaman ttg bahaya narkoba bagi diri pribadi dan lingkungannya.
    3. Berikan teladan yg baik kpd anak2 kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *