Pengembangan Guru: Pelatihan K-13 Mandiri

DIKPORA – Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen memberikan batasan bahwa kompetensi yang perlu dimiliki guru meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Masing-masing kompetensi memiliki turunan sendiri. Salah satu hal yang termasuk dalam kompetensi pedagogik guru adalah penguasaan guru terhadap kurikulum termasuk pengembangannya. Tuntutan utamanya, guru mampu menyusun silabus sesuai tujuan terpenting kurikulum dan menggunakan RPP sesuai tujuan dan lingkungan pembelajaran. Artinya, guru juga harus mampu memilih, menyusun dan menata materi pembelajaran yang sesuai kebutuhan peserta didik.

Dengan dasar ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara menginisiasi pelaksanaan kegiatan Pelatihan Kurikulum 2013 secara mandiri di SD Negeri 1 Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dengan sasaran mencapai 100 orang guru Sekolah Dasar. Belangungnya kegiatan secara kondusif diharapkan mampu  memotivasi guru agar dapat melaksanakan  tugas  sesuai tuntutan  kompetensi  lulusan,  isi,  proses pembelajaran dan penilaian Kurikulum 2013.

k135Sejatinya kurikulum 2013 atau yang lebih sering disebut K-13 atau Kurtilas, mulai disosialisasikan ke stakeholderpendidikan sejak pertengahan 2013. Sejak diluncurkan sampai saat ini, banyak penyempurnaan yang sudah dilakukan. Upaya perbaikan dan penyempurnaan kurikulum didasarkan pada hasil pengamatan, masukan dan pengalaman serta pendampingan penerapan K-13 di lapangan. Target utama K-13 adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan di tingkat kelas siswa. Sehingga sekolah akan menghasilkan lulusan yang memiliki standar kompetensi lulusan pendidikan yang sesuai  tuntutan perubahan dunia usaha dan industri. Dalam konteks ini peran guru dominan menjadi fasilitator pembelajaran bagi siswa dengan mengedepankan kreativitas dan inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran. Misalnya guru secara maksimal berupaya meningkatkan kemampuan high order thinking skill anak sehingga dapat melahirkakn generasi dengan kemampuan critical thingking yang baik. Termasuk secara aktif mengupayakan scientific approach.

Kegiatan pelatihan Kurikulum-13 sangat penting dilakukan. Idealnya, sekolah tidak dapat menerapkan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran jika gurunya belum mengikuti pelatihan. Urgensi pelaksanaan pengembangan kompetensi guru yang terkait Kurikulum 2013 adalah guna pengimplementasian hasil perubahan dan pemutakhiran Kurikulum 2013 setiap guru harus dilatih. Kerangka pikir ini mengarahkan pada pemahaman bahwa melembagakan pelatihan kurikulum untuk memberikan pemahaman teknis, manajerial dan kompetensi kepemimpinan sudah menjadi keharusan. Apalagi jika kemudian hal ini disandingkan degan PermenPANRB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Karenanya, inti dari pelatihan adalah untuk menambah wawasan guru, sehingga implementasi kurikulum itu nantinya dirasakan pula sebagai proses pembelajaran bagi semua.

k136Satu hal yang sudah menjadi keniscayaan adalah setiap kurikulum membawa inovasi. Karena itu, secara prinsipil tidak boleh terjadi ada guru yang melaksanakan suatu kurikulum sebelum dia mendapatkan pelatihan tentang kurikulum tersebut. Agar dapat berpartisipasi aktif dalam pelatihan kurikulum, guru dituntut memiliki kemampuan  lebih. Setidaknya memiliki kecakapan berkomunikasi, kemampuan menjalin kerja sama, keterampilan atau skill tertentu. Guru juga harus merupakan individu yang ulet, disiplin, beretos kerja yang tinggi dan memiliki semangat untuk maju. Pada sisi yang lain, pola pelatihan dengan cara melakukan penelaahan komponen kurikulum keterkaitannya dengan komponen lain merupakan pengalaman yang menginspirasi proses pembelajaran. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara akan melaksanakan terobosan tersebut pada waktu yang berbeda. Sehingga penyelenggaraan pendidikan menjadi maksimal.

Sangat disadari bahwa mengupayakan pembekalan guru dengan kecerdasan kerja pada ranah implementasi pembelajaran dan penilaian merupakan hal wajib dalam Kurikulum 2013. Dengan dasar itu Dikpora Lombok Utara akan mengupayakan berbagai cara sebagai langkah konkrit akselerasi peningkatan kualitas guru terutama dalam penguasaan kurikulum. Pengimplementasian menjadi amat penting agar ide yang baik yang telah diterjemahkan dalam rancang bangun kurikulum dapat dilaksanakan secara konsisten di sekolah. Karena itu pelaksanaan pelatihan kurikulum harus menjamin kesempatan kepada peserta agar dapat mengikuti peningkatan mutu kompetensinya, agar lebih memahami relevansi dan efisiensi kurikulum dalam pembelajaran.

*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *