PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASHCARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

DIKPORA – Pemanfaatan media flashcard dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pelajaran IPS Terpadu diyakini oleh Ibu Erlis Nurhayati sangat mungkin dilakukan. Beberapa penelitian sebelumnya juga menyajikan hal yang tidak jauh berbeda dari asumsi yang disampaikan tersebut. Berdasarkan keyakinan tersebut, dilakukan penelitian tentang penggunaan flashcard dalam pembelajaran di kelas IX dengan tujuan utama untuk melihat perkembangan kemampuan dan hasil belajar siswa kelas IX di SMP negeri 1 Kayangan-Lombok Utara dengan pemanfaatan media pembelajaran berbentuk flashcard.

 

Flashcard adalah kartu kecil yang berisi gambar, teks atau tanda simbul yang mengingatkan atau mengarahkan siswa kepada sesuatu yang mengarahkan pada gambar. Flashcard biasanya berukuran 8 x 12 cm atau dapat disesuaikan besar kecilnya kelas yang dihadapi. Ada juga yang berpendapat bahwa flashcard merupakan media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25×30 yang tergolong   dalam   media   berbasis   visual   (gambar   atau perumpamaan). Kelebihan flashcard adalah mudah dibawa-bawa, praktis, gampang dilihat dan menyenangkan. Disisi lain, flascard juga dapat dibuat variatif sesuai kehendak pengguna. Dalam konteks pembelajaran, flashcard dapat dibuat sesuai dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Dan pada penelitian yang dilakukan oleh Ibu Erlis Nurhayati, beliau menggunakan flashcard  yang dikreasikan sendiri sesuai dengan materi pelajaran yang akan disampaikan yaitu tentang Perkembangan Indonesia Menuju Negara Maju.

 

Proses treatmnet  dan telaah dilaksanakan dalam kurun waktu satu semester yang terdiri dari  2 (dua) siklus. Hasilnya, terjadi peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II untuk  komponen yang diteliti, yaitu pengelolaan pembelajaran hasil belajar siswa. Pada siklus I  komponen pengelolaan pembelajaran dan hasil belajar belum mencapai indikator kinerja. Setelah siklus II dilaksanakan maka  komponen pengelolaan pembelajaran dan hasil belajar  telah mencapai indikator kinerja. Untuk pengelolaan pembelajaran pada siklus I, nilai rata-rata 72,7 dengan kategori cukup baik, sedangkan pada sikulus II meningkat menjadi 88,6 dengan kategori baik. Untuk hasil belajar, sebelum tindakan siswa tuntas 52% pada siklus I banyak siswa yang tuntas 64%, sedang pada siklus II mencapai 92%. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu meningkatkan nilai tertinggi 10%, meningkatkan nilai terendah 20%, meningkatkan nilai rerata 15% sedangkan prosentase ketuntasan meningkat 28 %.

 

Peneliti berharap agar guru dapat memilah dan memilih media pembelajaran yang sesuai sehingga penggunaaanya dalam pembelajaran dapat memberikan efek untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan dukungan Kepala Sekolah secara maksimal. Kepala Sekolah juga dapat mengambil kebijakan lain yang mendukung seperti perlunya melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi setiap guru, agar pengelolaan pembelajaran dan hasil belajar anak juga meningkat pula. Semoga ….

 

Artikel hasil penelitiannya ini dapat diakses selengkapnya di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *