GKKP MEMANTAPKAN IMPLEMENTASI PPK

DIKPORA – Penguatan Pendidikan Karakter atau yang kerap disebut dengan istilah PPK merupakan suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Beberapa tahun terakhir, konsep ini mengemuka pada sistem pendidikan di Indonesia yang dikelola sebagai suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai tersebut.

 

Banyak pihak yang menilai bahwa lahirnya pendidikan karakter merupakan salah satu usaha untuk menghidupkan spritual yang ideal. Seorang ilmuwan (Foerster) bahkan menyampaikan bahwa tujuan utama pendidikan sesungguhnya adalah untuk membentuk karakter karena karakter merupakan suatu alat evaluasi individu serta dapat memberi kesatuan atas kekuatan dalam mengambil sikap di setiap situasi. Pendidikan karakter pun dapat dijadikan sebagai strategi untuk mengatasi pengalaman yang selalu berubah sehingga mampu membentuk identitas yang kokoh dari setiap individu dalam hal ini dapat dilihat bahwa tujuan pendidikan karakter ialah untuk membentuk sikap yang dapat membawa kita kearah kemajuan tanpa harus bertentangan dengan norma yang berlaku. Pendidikan karakter pun dijadikan sebagai wahana sosialisasi karakter yang patut dimiliki setiap individu agar menjadikan mereka sebagai individu yang bermanfaat seluas-luasnya bagi lingkungan sekitar. Pendidikan karakter bagi individu setidaknya bertujuan agar (1) individu mengetahui berbagai karakter baik yang harus dimiliki; (2) dapat mengartikan dan menjelaskan berbagai karakter; (3) menunjukkan contoh perilaku berkarakter dalam kehidupan sehari-hari dan (4) memahami sisi baik menjalankan perilaku berkarakter.

 

Character education sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik. Secara umum sistem pendidikan ini berfungsi (1) untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik; (2) untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur dan (3) untuk membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam hubungan internasional. Tujuan dan fungsi yang menyertai ini terhubung erat dengan konsep pendekatan pendidikan yang dikembangkan di Kabupaten Lombok Utara yaitu Kembali ke Khittah Pendidikan dan dikemas dalam bentuk gerakan secara massif agar dapat berhasil dengan maksimal.

 

Di dalam konsep Gerakan Kembali ke Khittah Pendidikan juga terdapat konsep implementatif Penguatan Pendidikan Karakter yang bersifat lebih lokal sesuai dengan kewenangan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara. Tetapi spirit yang dikembangkan tidak berbeda yaitu menanamkan nilai pembentuk karakter kepada anak yang bersumber terutama dari Agama, Pancasila dan budaya. Berikut nilai pembentuk karakter yang dimaksud diantaranya adalah kejujuran, sikap toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, kemandirian, sikap demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, sikap bersahabat, cinta damai, gemar membaca, perduli terhadap lingkungan, perduli sosial, rasa tanggungjawab dan religius. Nilai ini secara formal dapat diintegrasikan pada pembelajaran, baik pada kegiatan kokurikuler maupun ektrakurikuler. 

 

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, Dr. Fauzan. M,Pd. menyampaikan bahwa sesungguhnya konsep Gerakan Kembali ke Khittah Pendidikan merupakan gerakan yang dicanangkan untuk mengembalikan ruh pendidikan ke tujuan awalnya yaitu tujuan pendidikan nasional. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. “di tataran implementasi, kegiatan Gerakan Kembali Ke khittah Pendidikan  ini merupakan kegiatan untuk perbaikan kualitas pendidikan yang menitikberatkan pada pembangunan karakter, social, agama dan mental siswa, disamping penerapan IT dan peningkatan infrastruktur sekolah/madrasah” ujar beliau di sela kegiatan pembahasan draft Perbup tentang Pedoman Pelaksanaan Gerakan Kembali ke Khittah Pendidikan. Semoga berhasil dengan baik.

 

&&& ff &&&

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *