Gempita Juang Prestasi Siswa Kecamatan Pemenang

DIKPORA – Menurut penelitian dari Dr. Howard Gardner dari Universitas Harvard, setiap individu termasuk anak- anak memiliki berbagai jenis kepintaran/kecerdasan yang sama yang dikenal dengan istilah Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk). Termasuk dalam kecerdasan ini antara lain word smart (kecerdasan linguistik), logic smart (kepintaran logika), picture smart (kecerdasan spasial), musical smart (kecerdasn musikal), body smart (kecerdasan kinestetik), people smart (kecerdasan interpersonal), self smart (kecerdasan intrapersonal), nature smart (kecerdasan naturalis) dan keserdasan eksistensial. Teori Kepintaran Multidimensi ini dapat memberikan hasil cetak biru untuk membantu anak-anak kita dalam belajar dan menjadi yang terbaik dari kepintaran mereka yang menonjol. Artinya, teori ini menunjukkan bahwa sesungguhnya tidak ada anak yang bodoh. Terkadang kita, orang dewasa yang belum menemukan bakat apa yang dipercayakan Allah SWT kepada anak tersebut, lantas kita menjustifikasi mereka sebagai anak yang bodoh.

Penggalan kalimat tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan Olahraga Kabupaten Lombok Utara pada kegiatan pembukaan FLS2N, FL2N, OSN, Lomba Mata Pelajaran, calistung, ceramah dan pidato untuk siswa yang digelar di lingkup Kecamatan Pemenang. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah semua peserta lomba, dewan guru, kepala sekolah, perwakilan tamu undangan, pihak UPTD dan juga dari DIKPORA Lombok Utara. Kegiatan menjadi lebih meriah karena dirampaikan juga oleh kehadiran wali murid dan masyarakat sekitar yang menyaksikan lomba ketangkasan dan kecerdasan generasi Lombok Utara khususnya di Kecamatan Pemenang.

Kepala Dinas (Dr. Fauzan, M.Pd) juga menyampaikan bahwa lomba yang diselenggarakan merupakan representasi dari Multiple Intelligences yang dimiliki oleh masing-masing anak dengan karakteristik spesifik. Tidak sedikit anak yang menonjol pada word smart-nya, sehingga kemampuan pidatonya bagus, bahkan melebihi kemampuan orang dewasa. Ada sebagian anak yang menonjol kecerdasan musikalnya, hal ini dapat diperhatikan lewat kemampuan bermusik anak yang sangat bagus. Suara dan kemampuan mereka memainkan alat musik bahkan lebih bagus dari yang kita duga sebelumnya. Dan sederet kemampuan anak-anak lainnya.

WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.49
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.50
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.52 (1)
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.52
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.53 (1)
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.53
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.54 (1)
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.54
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.58
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.59 (1)
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.31.59
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.32.00
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.32.01
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.32.03
WhatsApp Image 2019-03-04 at 08.32.07
WhatsApp Image 2019-03-04 at 14.17.32
WhatsApp Image 2019-03-04 at 14.17.33
WhatsApp Image 2019-03-04 at 14.17.34
WhatsApp Image 2019-03-04 at 14.17.38 (1)
WhatsApp Image 2019-03-04 at 14.17.38
previous arrow
next arrow

Pengembangan kecerdasan tersebut menjadi penting. Jika berbicara dalam konteks pendidikan, maka hal tersebut menjadi tugas sepenuhnya dari bapak dan ibu pendidik di sekolah masing-masing. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh anak akan diubah menjadi kompetensi yang mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu aktivitas tertentu. Hal yang dapat menjadi peganganrenungan bapak dan ibu adalah beberapa hal yang diungkapkan oleh Kuhn bahwa kecerdasan bukanlah harga mati atau secara statis terberi saat lahir, artinya, kecerdasan itu dapat dipelajari, diajarkan dan ditingkatkan. Kecerdasan merupakan suatu fenomena yang bersifat multidimensional dan dapat muncul dalam berbagai tingkat dalam otak/pikiran/system kebutuhan individu.

Salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memacu motivasi anak adalah dengan menggelar ajang adu bakat dan minat seperti yang dilakukaan saat ini. Kegiatan ini penting untuk menemukan ragam bakat yang ada pada anak didik. Ruang seperti ini juga akan memicu kesadaran banyak pihak bahwa setiap orang adalah unik. Setiap orang perlu menyadari dan mengembangkan ragam kecerdasan beserta kombinasinya. Dan tentu saja setiap siswa (termasuk kita semua) berbeda karena mempunyai kombinasi kecerdasan yang berlainan.

Di akhir sambutannya, Kepala Dinas menyampaikan harapan sepenuhnya agar bapak dan ibu pendidik tidak jenuh untuk terus mendampingi anak dalam proses pengembangan diri menuju prestasi gemilang. Prestasi yang harus dimiliki oleh seluruh generasi di Kabupaten Lombok Utara khususnya dan generasi Indonesia bahkan dunia pada umumnya. Dan kepada anak-anak peserta lomba, dengan bangga Kepala Dinas menyampaikan “Selamat berlomba anak-anakku, semoga kalian sukses

Semoga ……

 

#FF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *