DISEMINASI PRODUK PENGETAHUAN TENTANG ADVOKASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DAERAH

DIKPORA – Kemiskinan dalam banyak hal disoroti sebagai kondisi yang menggambarkan ketidakmampuan. Kemiskinan juga dinilai sebagai permasalahan utama yang harus dipecahkan melalui pelaksanaan berbagai program yang mengarah kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penanggulangan kemiskinan secara sinergis dan sistematis harus dilakukan agar seluruh warganegara mampu menikmati kehidupan yang bermartabat. Oleh karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan. Secara umum terdapat tiga penajaman program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat-daerah) untuk tahun 2018 lalu, antara lain perluasan bantuan sosial non-tunai yang harus dipastikan berjalan tepat waktu, bantuan pangan non-tunai untuk memperbaiki pola konsumsi pangan masyarakat, serta padat karya tunai (cash for work) untuk masyarakat kurang mampu. Dewasa ini, mulai dimaksimalkan salah satu strategi khusus pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan yang sudah dilakukan sejak 2018 yaitu dengan integrasi program kemiskinan, yaitu dengan pelaksanaan perlindungan sosial didasarkan pada pendekatan siklus hidup (life-cycle), penerima bantuan menerima manfaat lengkap karena bersifat single targeting framework untuk intervensi kemiskinan secara holistik dan mendorong pengembangan pelayanan satu pintu dan implementasi bantuan sosial non-tunai.

 

Kabupaten Lombok Utara sebagai bagian dari wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia tentu menjadi imbas terhadap kebijakan pemerintah pusat. Di sisi lain Pemerintah Daerah pun melakukan berbagai inovasi sebagai akselerasi penanggulangan kemiskinan. Berbagai upaya ini telah berhasil mengantar Kabupaten Lombok Utara sebagai salah satu daerah yang berhasil menurunkan prosentase angka kemiskinan dengan baik. Inovasi dilakukan secara sistematis mulai dari perencanaan hingga monitoring dan evaluasi serta feedback. Karena hanya dengan gerak cepat seperti itu, kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara dapat ditanggulangi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tantangan yang dominan dihadapi dalam implementasi berbagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara masih lebarnya ketimpangan, kerentanan yang tinggi didukung penurunan angka kemiskinan yang lambat. Sehingga ke depan, Lombok Utara membutuhkan penguatan substansi dalam konteks kebijakan (terkait dengan program, anggaran dan regulasi yang lebih berpihak kepada masyarakat tidak mampu) dan penguataan kelembaan yang akan berperan aktif dalam penanggulangan kemiksinan. hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara pada kegiatan Diseminasi Produk Pengetahuan tentang Advokasi Penanggulangan Kemiskinan di Daerah. Hal penting yang harus dilakukan Kabupaten Lombok Utara dalam waktu dekat ini adalah updating data penduduk berdasarkan by name by address agar data warga dalam berbagai klasifikasi kesejahteraan dapat menjadi valid, terlebih setelah Lombok Utara dilanda bencana. Hal ini juga dimaksudkan agar sasaran program penanggulangan kemiskinan menjadi lebih fokus dan tepat sasaran.

 

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kepala Dikpora bahwa sepanjang ini Pemerintah Lombok Utara sudah melakukan banyak inovasi program penanggulangan kemiskinan pada berbagai bidang pembangunan. Dalam Bidang Pendidikan sudah berhasil dilakukan SABER DO (sapu bersih drop out) dan GENTA (gerakan orang tua asuh). Di bidang kesehatan sudah berhasil dilaksanakan program satu desa satu dokter lengkap dengan ambulance-nya, SABER GEBUK (sapu bersih entaskan gizi kurang dan gizi buruk), STBM (sanitasi total berbasis masyarakat) yang fokus pada jambanisasi. Lombok Utara juga memberlakukan kebijakan pelayanan akte kelahiran gratis yang langsung dapat diambil oleh ibu yang melahirkan begitu keluar dari tempat bersalin. Di bidang ekonomi Lombok Utara sudah (1) membangun BUMDES MART di banyak tempat. Pada tahun 2018 jumlah BUMDES MART yang terdapat di Lombok Utara sebanyak 11 unit dan hingga saat ini sudah berkembang menjadi 17 BUMDES MART dan (2) memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi banyak wirsausaha baru. Dan masih terdapat banyak inovasi lainnya. Selengkapnya dapat disimak pada bahan presentasi Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (mewakili Bupati Lombok Utara) dapat ditelaah lebih lanjut di sini.

 

Semoga Kabupaten Lombok Utara dapat bangkit dan berlari lebih cepat lagi. ## FF ##

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *