DIKPORA Memberikan Reward Kepada Pengelola Blog Sekolah

DIKPORA – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga terus mencari dan mencoba terobosan baru dalam meningatkan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Lombok Utara. Salah satu upaya yang dilakukan DIKPORA adalah revolusi diseminasi data dan informasi pendidikan melalui blog sekolah bekerjasama dengan lembaga Education Community NTB. Proses yang dibangun dalam upaya ini telah berhasil membidani lahirnya website dan blog sekolah pada masing-masing sekolah di wilayah kabupaten Lombok Utara dari tingkat Sekolah Dasar-Sekolah Menengah Pertama. Sebagai apresiasi terhadap capaian ini, DIKPORA Kabupaten Lombok Utara bersama Education Community NTB memberikan reward kepada 5 pengelola blog terbaik. Pengelola website dan blog sekolah dimaksud adalah Wayan Subadra sebagai pengelola website dan blog SMPN 3 Tanjung. Pengelola blog sekolah di SMPN SATAP 4 Bayan (Iqbal Rizki). Pengelola blog sekolah di SMPN 2 Pemenang (Rino Sugiantoro). Pengelola blog SDN 2 Tanjungsekolah di (Kusmiasih). Terakhir adalah pengelola blog di sekolah SMPN SATAP 1 Kayangan (Lalu A. Vitgar).

 

Reward diberikan langsung oleh Kadis DIKPORA Lombok Utara pada hari Senin, 25 Maret 2019 di Aula Dikpora. Pada kesempatan tersebut, disampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan dan terus dikembangkan oleh pihak sekolah. Menurut Kepala Dinas DIKPORA (Dr. Fauzan, M.pd), hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa dunia pendidikan harus dikelola sesuai dengan perkembangan zaman, tidak boleh dibiarkan stagnan, transparansi pengelolaan pendidikan (terutama yang terkait dengan anggaran) dan diseminasi informasi penyelenggaran kepada masyarakat dengan cara yang cepat, mudah dan murah.

 

Tidak dapat disangkal bahwa globalisasi telah mengubah cara hidup manusia sebagai individu, sebagai warga masyarakat dan sebagai warga bangsa. Setiap individu dihadapkan pada dua pilihan, yakni dia menempatkan dirinya berperan sebagai pemain atau membiarkan diri menjadi pelnikmat pasif globalisasi dengan berbagai dampaknya, baik positif maupun negatif. Dalam konteks ini tugas dan peranan guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan sangat urgen untuk terus membelajarkan anak dengan cara-cara yang familiar tanpa harus meninggalkan unsur edukatif. Pembelajaran berbasis web dewasa ini bukan lagi hal yang asing, bukan juga barang yang mewah. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara tidak langsung mengarahkan generasi sebagai pengguna aktif teknologi. Hal ini harus disikapi cerdas, arif dan bijaksana oleh pengelola pendidikan sehingga anak didik dapat terus belajar dengan baik tanpa mengambaikan teknologi.

 

Transparansi pengelolaan pendidikan terlebih masalah dana pendidikan menjadi tuntutan untuk dipublikasi dalam upaya membangun tata kelola pendidikan yang transparan. Cara ini juga sekaligus dapat berperan sebagai akuntabilitas publik pengelola pendidikan terhadap tanggung jawab yang dibebankan. Dana Bantuan Operasional Sekolah sering menjadi topik diskusi hangat para pemerhati pendidikan. Diharapkan agar sekolah dapat menyampaikan informasi pengelolaan dana BOS melalaui web/blog sekolah sehingga masyarakat luas (terlebih wali murid) mengetahui dan memahami pemanfaatan dana operasional yang dikelola oleh lembaga pendidikan bersama dengan komite sekolah masing-masing.

 

Agar lulusan bisa kompetitif, kurikulum perlu orientasi baru, sebab adanya Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup memodali diri dan anak didik dengan literasi dasdar (membaca, menulis dan matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat. Pendidik juga perlu memodali diri sendiri dan anak didiknya dengan jenis literasi era revolusi industri 4.0 seperti (1) literasi data yang akan mengarah pada kemampuan untuk membaca, analisis dan menggunakan informasi (Big Data) di dunia digital; (2) literasi teknologi yang terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin, dan aplikasi teknologi (Coding, Artificial Intelligence and Engineering Principles) dan juga (3) literasi manusia yang hubungan dengan aspek humanities, komunikasi dan desain.

 

Dengan beberapa tuntutan dan kebutuhan ini, Kepala Dinas mengharapkan agar semua Kepala Sekolah di wilayah Lombok Utara memberikan perhatian yang serius terhadap pengelolaan website/blog sekolah. Kepala Sekolah sebagai human resource manager bertanggungjawab penuh terhadap pengelolaan sekolah. Termasuk dalam hal ini adalah menghimpun, memanfaatkan dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal untuk mencapai tujuan. Semoga …..

 

#FF#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *