Deklarasi SIPENA

DIKPORA – Bupati Lombok Utara (Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH.) pada hari Sabtu, Tanggal 2 Februari 2019 melakukan Pelantikan SIPENA (Siswa Peka Bencana) Kabupaten Lombok Utara yang dirangkai dengan deklarasi. Hadir dalam kegiatan yang digelar di Pantai Sira Indah adalah Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Lombok Utara, Kepala BPBD, Kasat Pol PP dan perwakilan dari DAMKAR (Pemadam Kebakaran) Lombok Utara serta beberapa perwakilan dari UPT Dikpora. Seusai pelantikan dilakukan simulasi penanggulangan bencana kebakaran oleh DAMKAR Lombok Utara, dilanjutkan materi mitigasi bencana oleh pejabat yang mewakili Kepala BPBD Lombok Utara.

 

Landas legal terbentuknya SIPENA adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Regulasi ini menimbulkan perubahan paradigma penanggulangan bencana yang cukup mendasar. Dijelaskan bahwa kegiatan penanggulangan bencana dilaksanakan melalui penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana (mitigasi bencana), tanggap darurat dan rehabilitasi. Regulasi ini kemudian mendapat dukungan dari terbitnya Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang merupakan penyempurnaan dari Undang-Undang Nomor 24 tahun 1992. Dalam regulasi dimaksud dijelaskan perlunya dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam usaha mengurangi risiko bencana. Dalam konteks ini, institusi pendidikan dapat direpresentasikan sebagai perwakilan pemerintah sekaligus masyarakat.

 

Hasrat regulasi ini berusaha dijawab melalui SIPENA dengan pertimbangan logis pentingnya pemahaman tentang bencana diberikan kepada masyarakat sejak dini melalui keterlibatan aktif peserta didik. Lembaga pendidikan merupakan lembaga terdekat dengan masyarakat, dapat berperan sebagai institusi pencerah bagi masyarakat melalui pemahaman terhadap mitigasi bencana secara kaffah, baik dalam konteks teori maupun praktik. Karena itu terbentuknya SIPENA di Lombok Utara secara umum ditujukan untuk membentuk kelompok siswa peka bencana pada setiap lembaga pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Daerah Lombok Utara. Secara khusus bertujuan untuk (1) memberikan pengetahuan kepada peserta didik tentang kebencanaan agar peserta didik lebih paham megenai berbagai bencana dan mengetahui tanda-tanda sebelum terjadi bencana; (2) menumbuhkembangkan keterampilan penanganan bencana sehingga peserta didik memiliki kesiapan ketika terjadi bencana dan (3) menumbuhkan jiwa cinta lingkungan pada generasi sebagai langkah antisipasi dan upaya meminimalisir dampak bencana.

 

Inovasi SIPENA lahir dibidani secara kolaboratif oleh Dinas Pendikan Kepemudaan dan Olahraga bersama LEARN Project dan Education Community NTB. Dihasratkan sebagai kelompok siswa pada sekolah yang akan diberikan perlakuan khusus terkait pengetahuan dan kecakapan memelihara dan merawat lingkungan guna meminimalisir akibat/dampak bencana yang mungkin terjadi dalam berbagai bentuk manisfestasinya. Kegiatan SIPENA bersifat ekstrakurikuler pada masing-masing sekolah atau di tempat tertentu secara terpadu bersama OSIS, PRAMUKA, PMI, BNPB, DAMKAR dan atau instansi/pihak lain yang terkait dengan tujuan berdirinya SIPENA.

 

Tindak lanjut deklarasi dan pelatikan ini adalah melaksanakan kegiatan pada masing-masing sekolah (kelompok SIPENA) untuk penguatan pemahaman terhadap bencana. Termasuk dalam konteks ini adalah (1) bencana alam; (2) bencana non alam dan (3) social disaster. Hal ini menjadi sangat urgen dilakukan mengingat sifat bencana yang unpredictable. Sifat yang menyiratkan keharusan bagi manusia untuk menyikapi gejala alam secara bijaksana. Tidak harus menguasai alam namun pandai beradaptasi. Banyak contoh kasus di belahan dunia lain tentang bagaimana bersahabat dengan alam untuk meminimalisir dampak bencana. Pemerintah Jepang, disinyalir berhasil memformat sistem DRR (disaster risk reduction) yang diimplementasikan dengan membangun sesuatu untuk mencegah terjadinya bencana. Salah satu hal yang dilakukan adalah menanamkan pemahaman tanggap bencana terhadap anak sejak dini, terutama melalui lembaga pendidikan. Selanjutnya, membangun infrastruktur dilengkapi konstruksi tahan bencana dan upaya lain yang relevan dengan bencana yang dihadapi.

 

Pada banyak kasus di Indonesia (termasuk Kabupaten Lombok Utara) dan hasil penelitian, telah membuktikan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Dari banyak fenomena tersebut, peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia) menemukan fakta bahwa upaya mitigasi bencana masih sangat terbatas. Contoh kecil, masyarakat yang hidup di daerah rawan banjir tidak memahami konsep safe house dan cenderung tak acuh terhadap perilaku yang berdampak dominan (pemicu) terhadap terjadinya bencana. Dengan tingkat kerawanan bencana yang tergolong tinggi maka penting kiranya diupayakan solusi untuk meminimalisir terjadinya bencana dan dampaknya.

 

Antisipasi dan penanganan bencana menjadi tanggungjawab bersama, bukan hanya tanggungjawab pemerintah, lembaga kemanusiaan, badan penanganan bencana, relawan dan profesional. Dunia pendidikan merupakan dunia yang sangat memungkinkan berperan aktif dalam PRB (pengurangan resiko bencana). Dengan sekian elemen di dalamnya dapat menjadi ujung tombak agent of changedalam membangun pemahaman dan kepedulian terhadap resiko bencana. Sekaligus menjadi pribadi dengan kemampuan survive yang tangguh terhadap setiap tantangan (bencana).

 

Ke depan, SIPENA diharapkan menjadi organisasi siswa yang solid dengan tingkat kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan aksi tanggap bencana. Untuk itu secara spesifik dapat diperhatikan beberapa ketentuan lanjut tentang SIPENA yang sudah diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis SIPENA. Dengan demikian, perangkat SIPENA dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik sesuai hasrat pembentukan awal SIPENA.

Semoga ……

51304404_379892615920970_3952787784103624704_n
51423748_379892355920996_8982234516814823424_n
51105740_379892275921004_8867582800094560256_n
IMG_20190213_134027
51628675_379892645920967_3728854429877665792_n
IMG-20190202-WA0030
IMG-20190208-WA0011
IMG-20190208-WA0012
IMG-20190208-WA0013
51543394_379892315921000_1835193187178643456_n
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *