PENERIMAAN SK CPNS LINGKUP PEMDA LOMBOK UTARA

DIKPORA – Sebanyak 244 orang dari 251 CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) yang telah dinyatakan lulus sebagai abdi negara pada lingkup Pemerintah Daerah Lombok Utara formasi penerimaan CPNS Tahun 2018 telah diberikan Surat Keputusan tentang pengangkatan CPNS tahun formasi 2018 oleh Bupati Lombok Utara (Bapak Dr. H. Najmul Akhyar, MH). Kegiatan penting tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Lombok Utara pada tanggal 2 April 2019. Hadir mendampingi Bupati Lombok Utara beberapa pejabat teras lingkup Pemerintah Daerah Lombok Utara seperti Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH., Asisten II Setda KLU Ir. Hermanto, Asisten III Setda KLU, Para Kepala OPD lingkup Pemda KLU serta undangan lainnya.

 

Bupati Lombok Utara juga menyampaikan bahwa terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) baru yang sudah mendapat SK akan langsung bertugas sebagaimana lokasi pendaftaran mereka. Hal ini agak berbeda dengan ketentuan pada tahun sebelumnya yaitu kalangan CPNS meski mendapat SK terlebih dulu, tetapi baru kemudian diputuskan penempatan tugas masing-masing. “Kalau dulu nunggu SK, baru mereka tahu tugas dimana, tapi sekarang mereka tahu lebih awal pada saat perekrutanMisalnya guru di SMPN 3 Tanjung, tinggal mereka mengikuti itu saja. Jadi tidak harus menunggu SK lalu ditempatkan,” ungkapnya.

 

Harapan juga disampaikan oleh orang nomor satu di Kabupaten Lombok Utara tersebut, dengan adanya penambahan tenaga baru, tentu pelayanan di birokrasi Lombok Utara dapat semakin meningkat. Namun demikian, tambahan sekitar 251 ASN tersebut jika dikorelasikan dengan Analisis Beban Kerja (ABK) rupanya masih jauh dari harapan. Betapa tidak, kebutuhan jumlah ASN di KLU tercatat kurang lebih 6 hingga 7 ribu orang, sementara faktanya baru 3 ribu abdi Negara. “Kalau kita bicara soal ABK masih kurang kita di KLU idealnya 6 sampai 7 ribu orang, dengan masuknya mereka masih diangka 3 ribu. Ini artinya satu ASN di Lombok Utara masih mengerjakan tugas 2 sampai 3 orang. Sehingga kita masih kurang, kita berharap semua bisa diterima,” jelasnya. Guna menyiasati hal tersebut pihaknya mendorong diangkatnya putra putri asli daerah melalui jalur P3K. Pasalnya, selain mendapat tenaga yang lebih banyak, gaji yang akan diterima oleh P3K tak kalah dari ASN. Hanya saja mereka tidak diberikan tunjangan ketika pensiun. Menurutnya, Lombok Utara membuka peluang tersebut selebar mungkin. “Kalau ada beberapa kepala daerah yang tak mau menerima P3K lantaran anggaran, kita tegaskan kalau di sini kita terima. Karena anggarannya sekitar Rp 3 miliar (estimasi). Kedua kita butuh penambahan ASN, anggaran ini kalau tidak ada keinginan tidak akan terwujud, tentu niat baik kita kalau kita berniat menggaji mereka tentu APBD kita cukup,” jelasnya bersemangat.

 

Lebih lanjut, Bupati Najmul Akhyar yang sekaligus sebagai Ketua DPC Partai Demokrat ini berpesan terhadap ASN baru untuk bisa mengedepankan tugas Negara. Melayani masyarakat dengan baik, hingga memprioritaskan apa yang telah menjadi tanggungjawab mereka selama duduk di birokrasi. “Misalnya jika harus mengajar tapi ada urusan nyongkolan dan lain sebagainya, jangan sampai tidak datang (mengajar) karena hal sepele seperti itu. Dan kedua saya harapkan mereka mampu me-manage hidupnya sendiri, jangan sampai menjadi orang yang lebih besar pasak dari pada tiang. Gajinya sejuta dua juta, tapi kebutuhan sebulan jauh daripada itu. Karena banyak kasus yang dialami ASN kita, seringkali berawal dari persoalan financial,” pesannya.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKD PSDM Kabupaten Lombok Utara Moh. Najib, M.Pd mengutarakan bahwa berdasarkan Keputusan MENPAN RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) Nomor 507 Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mendapatkan formasi CPNS Tahun 2018 sebanyak 274 orang terdiri dari formasi tenaga guru sebanyak 118 orang, formasi untuk farmasi dan tenaga kesehatan sebanyak 113 orang, formasi untuk tenaga teknis sebanyak 43 orang. Jika dipilah lagi, maka rincian formasi tersebut adalah formasi untuk umum sejumlah 257 orang, formasi lulusan terbaik sebanyak 4 orang, formasi penyandang disabilitas sebanyak 3 orang dan honorer K2 10 orang. “Dari hasil integrasi SKB sebanyak 251 orang dinyatakan lulus sedangkan formasi yang tidak terisi karena tidak ada pendaftar atau tidak ada peserta yang lulus sebanyak 23 formasi. Dengan rincian formasi Tenaga Honorer K2 yang bisa terisi 5 orang, yang tidak lulus 5 orang. Formasi dokter spesialis 6 orang dan dokter gigi 4 orang tidak ada pendaftarnya,” lanjut Najib menjelaskan.

 

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Bapak Dr. Fauzan, M.Pd) menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Daerah terhadap seluruh rangkaian proses penjaringan CPNS di Kabupaten Lombok Utara. Beliau juga sekaligus mengucapkan selamat pada seluruh CPNS yang sudah menerima SK dengan harapan agar dapat menjalankan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya guna peningkatan kualitas pelayanan masyarakat di Kabupaten Lombok Utara secara khusus serta mampu menjawa marwah diri dan pemerintah sebaik-baiknya. Kepala Dinas beserta segenap pegawai di lingkup DIKPORA Lombok Utara menyampaikan SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERGABUNG untuk seluruh CPNS yang lulus di bawah naungan DIKPORA. #FF#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *