1ST DAY OF SCHOOL, MENJEMPUT HARAPAN MERAIH IMPIAN

DIKPORA – Hari pertama masuk sekolah dapat memberikan efek positif atau negatif pada siswa dalam memandang institusi sekolah. Maka dari itu pendekatan yang diberikan oleh pihak sekolah kepada anak didik di hari pertama ini harus benar-benar sudah dipikirkan sebelumnya dan tepat sasaran kepada anak didik (terutama siswa baru). Tidak dapat dipungkiri bahwa hari pertama masuk sekolah merupakan hari yang ditunggu oleh anak-anak, terbukti dengan sibuknya sang buah hati mempersiapkan segala sesuatu yang akan mereka butuhkan nanti di sekolahnya. Bapak-Ibu wali murid pasti dapat merasakan bagaimana gelisahnya buah hati kita ketika menyadari bahwa buku tulisnya belum lengkap, sepatunya masih belum ada atau tas sekolahnya yang harus diganti. Termasuk keberadaan peralatan belajar sekunder lainnya. Selepas sekolah hari pertama, orang tua pun pasti disibukkan lagi dengan cerita dari buah hati tentang pengalaman mereka di sekolah pada hari pertama tersebut. Gambaran kecil ini menunjukkan betapa penting peran orang tua dan pihak sekolah dalam menumbuhkan minat sekolah anak.

 

 

Bupati Lombok Utara (Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,MH.) menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Lombok Utara telah menghimbau masyarakat untuk mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah sejak beberapa tahun lalu. Diharapkan agar hal positif tersebut tetap dilakukan oleh para wali murid. Bupati juga mengajak kepada seluruh orang tua (wali murid), agar selalu bersiap diri untuk mendampingi anak memasuki dunia baru, dunia yang sekaligus juga tentu akan mendebarkan bagi anak. Anak akan mengalami petualangan pada dunia baru di sekolah dan juga kelasnya, bersama teman dan guru baru. Dalam konteks ini, orang tua dan guru akan berperan penting dalam menumbuhkan imajinasi, motivasi dan self confidence anak. Sudah dapat dipastikan, akan banyak pertanyaan sebagai representasi keingintahuan anak terhadap dunia baru yang sedang dijalaninya. Beliau juga berharap agar semua anak di Kabupaten Lombok Utara dan seluruh dunia pada umumnya, yang baru masuk pada hari pertama sekolah menjadi awal belajar yang baik dalam menuntut ilmu dan proses menggapai goals masa depannya.

 

 

Menyikapi hal yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (Dr. Fauzan, M.Pd.) juga menyampaikan hal yang senada tentang pentingnya dukungan orang tua dan pihak sekolah kepada anak pada hari pertama masuk sekolah. Karena akan menjadi dasar pijak bagi seluruh aktivitas anak di sekolah. Kepala Dinas juga menjelaskan bahwa momen menyambut hari pertama sekolah, khususnya di jenjang taman kanak-kanak dan sekolah dasar, tidak hanya meriah di Indonesia, melainkan juga di negara lain. Negara-negara yang memiliki tradisi khusus saat hari pertama sekolah antara lain Rusia, Jerman, India, Selandia Baru dan Jepang. Di negara Rusia, hari pertema masuk sekolah dikenal dengan istilah hari pengetahuan yang berlangsung pada tanggal 1 September. Pihak sekolah akan mengadakan upacara penyambutan khusus untuk para murid baru beserta keluarganya. Biasanya, anak-anak akan memakai baju yang terbagus dan membawa bunga untuk guru mereka. Di hari ini juga, anak akan mengikuti tradisi lonceng pertama. Salah satu siswa baru akan naik di pundak kakak kelasnya, kemudian mereka memutari halaman sekolah sambil membunyikan lonceng sekolah. Semua orang tua yang datang akan bertepuk tangan memberikan semangat.

 

Di Jerman, hari pertama sekolah dikenal dengan nama Einschulung, tradisi ini hanya dilaksanakan oleh anak kelas I SD. Ketika hari pertama datang ke sekolah, mereka akan menerima tas yang berbentuk kerucut. Tas ini namanya schultute, yang berarti tas sekolah. Di dalamnya terdapat permen, hadiah dan juga perlengkapan sekolah. Setelah isi di dalam tas kerucut itu diambil anak-anak, kemudian tas yang sudah kosong tersebut dikumpulkan kembali ke sekolah. Tujuannya untuk digantung di langit-langit kelas sehingga mengingatkan murid bahwa sekolah itu menyenangkan. Hal yang sama di India disebut dengan istilah praveshanolsavam. Diimplementasikan dengan berbagai cara oleh pihak sekolah dalam menyambut murid barunya. Ada yang menyelenggarakan pawai sekolah, ada juga yang menyelenggarakan chendamelan, yaitu pertunjukan musik drum yang dilakukan sekelompak kakak kelas laki-laki untuk menyambut adik kelas mereka. Semua area sekolah dihias dengan indah dan murid baru akan mendapatkan hadiah permen.

 

Di Selandia Baru dengan suku asli Maori, tradisi mhari pertama masuk sekolah juga dilakukan menggunakan adat suku Maori yang disebut Powhiri, dimulai pada bulan Februari. Pada acara ini ada guru yang meneriakkan panggilan semangat selamat datang. Setelah itu sekelompok kakak kelas akan menarikan tarian selamat datang dengan penuh semangat. Tarian ini diikuti dengan hentakan kaki, tepuk tangan dan teriakan penuh semangat. Semua yang menyaksikan menjadi terbawa semangat baru pada tahun ajaran baru. Berbeda dengan Selandia Baru, sekolah di Jepang memulai hari pertamanya tanggal 1 April. Tanggal ini ditetapkan karena simbol dari mekarnya bunga sakura dan murid baru diibaratkan sebagai bunga sakura, harapan bangsa. Hari pertama sekolah menjadi sebuah perayaan di Jepang. Para kerabat memberi hadiah pada anak yang jadi siswa baru, umumnya berupa tas kotak dan keras yang disebut randoseru, dan juga berupa meja belajar baru di dalam rumah. Sementara di sekolah, siswa baru dan para orang tua disambut oleh nyugakushiki,  yaitu seremoni pintu masuk yang ditandai dengan potong pita. Kemudian para siswa dan orang tua dipandu berkeliling sekolah diiringi nyanyian selamat datang dari kakak kelas yang berbaris layaknya pagar ayu/bagus dalam pernikahan Jawa.

 

Terlepas dari beragam tradisi yang disampaikan di atas, hari pertama sekolah tetap menjadi momen istimewa bagi anak, orang tua dan guru. Karena itu, Kemendikbud pun melakukan kampanye Hari Pertama Sekolah dengan mengajak orang tua mengantar anaknya di hari pertama sekolah. Hari Pertama Sekolah menjadi kesempatan mendorong interaksi positif antara orang tua dengan guru di sekolah untuk menjalin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak. Semoga semua berproses sesuai harapan. 

 

***&&&***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *